Advertisements

Pelatihan Hipnotis Bagi Pelajar & Mahasiswa

Pelatihan Hipnotis Untuk Pelajar & Mahasiswa
Aplikasi hipnotis dan hipnoterapi untuk membantu mengatasi masalah yang berhubungan dengan emosi dan perilaku sangatlah luas. Salah satu aplikasinya adalah untuk membantu meningkatkan kecerdasan anak.

Namun, Perlu diketahui, bahwa hipnosis tidak bisa memberikan kepada seseorang otak yang mereka tidak punya, hipnosis hanya dapat memaksimalkan fungsi otak, lebih tepatnya menyiasati agar otak bekerja lebih efektif.

Kebanyakan manusia hanya menggunakan potensi pikirannya sebanyak ±12% (pikiran sadar/conscious mind), sedangkan ±88% potensi pikiran (pikiran bawah sadar/subconscious mind) masih menunggu untuk dimanfaatkan. Begitu pula kebanyakan manusia lebih cenderung mengembangkan dan menggunakan salah satu hemispher otaknya. Orang yang kecenderungannya berfikir logis, analitik, empiris dan sistimatis lebih sering menggunakan belahan otak (hemispher) kirinya, sedangkan orang yang cenderung menggunakan belahan otak kanan lebih sering berfikir holistik, mengikuti intuisi, kreatif dan imajinatif. Bayangkan, bagaimana dahsyatnya kekuatan manusia bila kedua belah otak tersebut dimaksimalkan fungsinya!

Dengan hipnosis, otak disiasati agar dapat digunakan secara virtual lebih dari 12%, serta melatih kedua hemispher agar digunakan secara seimbang.

Lantas apakah hipnoterapi ini benar-benar efektif untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa? Dan secara bagaimana pandangan dunia akademik mengenai hal ini?

Hipnoterapi adalah terapi pikiran yang dilakukan melalui teknik hipnosis. Bukan hipnotis lho ya, seperti istilah salah kaprah yang senantiasa dipakai masyarakat awam. Hipnotis sendiri adalah sebutan untuk praktisi di bidang hipnosis. Sedangkan hipnosis adalah kondisi relaksasi pikiran yang biasanya disertai dengan relaksasi tubuh. Dalam kondisi hipnosis, pikiran manusia menjadi lebih terbuka terhadap berbagai perubahan karena langsung masuk ke pikiran bawah sadar tanpa difilter oleh pikiran sadar atau yang disebut critical factor.

Banyak orang mengira hipnosis itu sama dengan kondisi tidur atau tidak sadar. Perlu dipahami bahwa kondisi hipnosis adalah kondisi alamiah dimana pikiran dan tubuh dibuat rileks sepenuhnya dengan jalan memasuki alam pikiran bawah sadar manusia.

Dalam kondisi hipnosis, orang yang dihipnosis masih tetap bisa mendengar suara hipnoterapisnya dengan jelas hanya saja karena critical factor (pikiran kiritis)-nya tidak aktif dan yang aktif adalah pikiran bawah sadar, maka ia bisa menerima sugesti apapun tanpa daya tolak. Sekali lagi saya jelaskan, hipnosis tidak akan membuat Anda, atau clientnya, tidak sadar atau tertidur. Para hipnoterapis tidak ingin Anda pingsan karena mereka butuh “kesadaran” Anda untuk menjalani proses terapi.

Hipnoterapi sendiri memiliki banyak cakupan dan penggunaannya, antara lain: dalam bidang pendidikan, kesehatan dan pengembangan diri (training & coaching). Dengan menggunakan prinsip dasar hipnoterapi namun dipadukan dengan teknik-teknik kependidikan, perilaku (behavioral), prinsip kerja otak dan intelijensia, hipnoterapi dapat membantu pendidikan.

Proses hipnosis memanfaatkan alam bawah sadar manusia dimana alam bawah sadar merupakan kendali pikiran yang sangat dominan yakni sebesar 88%, sedangkan pikiran sadar hanya 12%. Sigmund Freud, seorang ahli psikoanalisis dan psikologi, mengatakan tindakan manusia sebagian besar didasarkan pada program-program yang tertanam di Pikiran Bawah Sadar-nya, bukan pada logikanya. Pikiran Bawah Sadar adalah tempat penyimpanan semua memori dan program-program pikiran, seperti: kebiasaan, dorongan perasaan, keyakinan, persepsi dan memori permanen.

Dengan kata lain, program apapun yang ada di Pikiran Bawah Sadar manusia akan selalu menjadi dasar bagi tindakannya. Inilah yang dimanfaatkan secara produktif oleh para ahli hipnoterapi.

Dalam konteks pendidikan, akan lebih bermanfaat jika hipnoterapi diaplikasikan untuk mengeksplorasi dan memperkuat potensi diri siswa dan guru sambil mengatasi masalah hambatan belajar yang dirasakan oleh sang murid yang kadang juga berkaitan dengan dengan guru dan orangtua. Setelah hambatan belajar teratasi, hipnoterapi diarahkan untuk memperkuat “energy belajar” atau dengan kata lain, mengakselerasi pembelajaran siswa dengan lompatan pikiran, memori dan kecerdasan buatan. Akselerasi belajar bukan metode membaca cepat atau quick-learning atau menghemat waktu, namun lebih kepada pemberdayaan dan penguatan pikiran untuk mampu menggunakan seluruh inderanya dalam belajar.

Jangan keliru, hipnoterapi tidak bermaksud sim salabim anak mendadak pinter dan berhasil baik dalam UN apalagi mendadak jenius. Peningkatan kemampuan belajar siswa itu ditempuh dengan berproses, bukan instant, hari ini dihipnoterapi minggu depan jadi anak jenius. Bukan itu. Hipnoterapi merupakan sebuah cara atau jalan yang efektif, untuk meningkatkan motivasi belajar, percaya diri, menghilangkan emosi-emosi negatif, pengalaman hidup yang kontra-produktif dengan belajar karena perlakuan buruk atau tidak tepat, dsb. Jika hambatan belajar ini sudah beres, barulah memperkuat kemampuan belajarnya.

Dari pengalaman, memang, seseorang yang kondisi pikiran dan emosinya stabil, semangat belajarnya juga baik, selebihnya kemampuan belajar dan pikirannya juga berangsur menjadi lebih baik. Menjalani ujian juga lebih siap. Persoalan lulus atau berhasilnya siswa dalam pelaksanaan ujian termasuk UN tentunya bergantung pada usaha dan kerja keras siswa dalam belajar. The effort is in your hands. Namun masalah belajar –dalam arti luas– tidak berhenti pada urusan UN saja. Pembentukan karakter kepribadian dan perilaku tidak kalah penting. Juga cara berpikir. Yang jelas, seseorang yang telah menjalani hipnoterapi yang benar, ada perubahan signifikan dalam berpikir dan bertindak.

Benarkah ada anak yang bodoh?
Saya tidak percaya dengan hal ini. Yang benar adalah anak merasa bodoh karena lingkungan memprogram dirinya bodoh.

Berbagai pengalaman negatif dalam proses tumbuh kembang anak sangat mempengaruhi konsep dirinya. Salah satunya adalah konsep diri di bidang akademik. Dan ini tampak dalam prestasi akademiknya.

Lalu, bagaimana caranya membantu anak agar bisa sukses di bidang akademik?

Salah satu perjalanan penting dalam karir akademik anak-anak kita adalah ujian nasional. Terlepas dari pro dan kontra perlu tidaknya ujian nasional diselenggarakan, suka atau tidak suka, tetap perlu dilalui oleh anak-anak kita.

Banyak anak yang sebenarnya mampu atau cakap secara akademik namun bila ujian nilai yang dicapai sering tidak optimal. Hal ini disebabkan banyak faktor. Namun yang paling banyak adalah hambatan internal yang kita sebut mental block.

Mental block dalam pembelajaran antara lain:
– blank saat ujian padahal sudah belajar sungguh-sungguh
– sering ragu sehingga salah menjawab
– tidak semangat
– merasa tidak dicintai orangtua
– punya masalah dengan orangtua
– kurang mendapat perhatian dan dukungan dari orangtua
– takut dan cemas
– merasa tidak mampu
– merasa bodoh
– tidak bisa atau sulit memahami materi pelajaran tertentu
– tidak percaya diri / minder
– sering tidak teliti dalam menghitung / menjawab
– mudah lupa
– merasa bosan
– tidak suka pelajaran tertentu atau hampir semua pelajaran
– sulit fokus / konsentrasi
– lebih sering melamun
– tidak suka belajar
– lebih suka main game
– suka menunda belajar
– dll…..dan masih banyak lagi…

Berdasar riset ditemukan empat kemungkinan hubungan antara prestasi akademik dan konsep diri:

1. Prestasi akademik menentukan konsep diri
Pengalaman akademik, baik keberhasilan maupun kegagalan, lebih mempengaruhi konsep diri anak, dari pada sebaliknya.

2. Level konsep diri mempengaruhi level keberhasilan akademik.

3. Konsep diri dan prestasi akademik saling mempengaruhi dan saling menentukan

4. Terdapat variabel lain yang dapat mempengaruhi konsep diri dan prestasi akademik. Variabel itu antara lain variabel pribadi, variabel lingkungan, variabel akademik dan non akademik.

Terlepas dari mana atau kapan faktor penghambat ini muncul dalam hidup anak dan terprogram sangat kuat di pikiran bawah sadarnya sehingga mempengaruhi kinerjanya bila kita ingin membantu anak berhasil maka salah satu cara paling efektif adalah dengan menghilangkan hambatan ini.

Untuk itu dibutuhkan cara atau teknik yang tepat sehingga hambatan ini dapat diatasi dengan efektif dan cepat, mengingat waktu ujian nasional semakin dekat.

Berita baik bagi rekan-rekan semua yaitu kami di NAQS DNA Institute of Quantum Mind Technology telah membuat Program HypnoPrestasi untuk kalangan pelajar, santri, dan juga mahasiswa yang dapat membantu mereka menyiapkan potensi Kekuatan Pikiran & Emosinya untuk menghadapi Ujian Kenaikan Kelas maupun ujian kelulusan.

NAQS DNA INSTITUTE OF QUANTUM MIND TECHNOLOGY
Phone : (031) 394 05 77
Mobile : 081 231 649 477
Fax. : (031) 8270653
Email : semutraja@ymail.com

Website :
http://www.KEAJAIBANHATI.com
http://www.NAQSDNA.com
http://www.NAQSDNA.org



TRAINING HIPNOTIS HANYA 500rb… MAU…?

Hanya untuk kalangan pelajar dan Mahasiswa, dibuktikan dengan Kartu Pelajar/Mahasiswa.

Pendaftaran dengan sistem Group. Minimal Peserta 10 Orang…
Biaya 500rb/orang.

Tempat Training di NAQS DNA CENTER SURABAYA.
Waktu : Sesuai kesepakatan.

Hubungi : 081231649477

Nb.
Untuk penyelenggaraan Event Di Tempat anda, Maka Biaya Transportasi & Akomodasi Trainer, serta penyediaan sarana dan prasarana Pelatihan menjadi tanggung Jawab Pengundang.


DOWNLOAD BROSUR, KLIK KANAN “SAVE AS”
Advertisements

Success Learning dengan Mirror Neuron

NEURON MIRRORTahukah anda, siapakah pembelajar sejati yang paling sukses dan berhasil di dunia ini…??? Itulah anda sendiri… Ketika anda masih anak-anak, ketika anda masih balita… Bukankah anda semua terlahir dengan NOL pengetahuan..?

Ada sebuah dialog yang lucu antara si kampret dan si sodron, dengarkan dialog mereka ya :

Kampret : “Dron, anak amerika itu cerdas-cerdas lho..”
Sodron : “ah… siapa bilang..? apa buktinya hayo...”
Kampret : “Buktinya, mereka masih kecil aja sudah pinter bahasa inggris. Padahal kita belajar bahasa inggris dari dulu masih belum bisa. Nah, mereka cerdas khan….?
Sodron “Ya, lebih pinter anak madura. Mereka dari kecil sudah bisa bahasa madura. Padahal saya tiap hari ngobrol sama Tukang Sate ayam madura. tetep ndak ngerti apa yang mereka omongkan..

Nah, dialog yang luar biasa khan….? hehehehehe….

Lalu apa yang membuat kita semua saat masih kecil dulu begitu luar biasa..?

Ada dua hal yang membuat anak-anak luar biasa dalam belajar :
1. Spirit anti kegagalan.
2. Aktifnya Neuron Mirror secara maksimal.

SPIRIT ANTI GAGAL
Anak kecil tidak mengenal kata gagal dalam belajar, ketika mereka terjatuh saat baru belajar berjalan. Mereka tidak timbul rasa malu, rendah diri, minder, grogi, hilang kepercayaan diri, dll. Ketika mereka terjatuh, mereka segera bangkit dan belajar berjalan lagi. TITIK. Begitu juga saat mereka mulai belajar bicara, walau lafadz yang mereka ucapkan masih cedal dan sering keliru. Mereka tetap saja maju terus pantang mundur.

Mengapa anak-anak bisa sukses dalam belajar dan tanpa ada sedikitpun merasa gagal ketika gagal dalam belajar…??? Ya, itu karena program pikiran mengenai kegagalan belum ada di dalam pikiran mereka. Demikian juga program pikiran mengenai Rasa Malu, Minder, Grogi, Percaya Diri, dll. Itu semua belum ada di dalam pikirannya. Pikiran mereka masih polos. Oleh karena itulah mereka adalah pembelajar sejati yang sangat sukses dalam mempelajari apapun.

Lalu darimana segala hambatan diri yang menghambat kita dalam belajar saat ini…??
Semua hambatan diri itu tidak datang secara kebetulan atau tiba-tiba, semua mental block itu pernah kita instal ke dalam fikiran kita. Baik secara sengaja ataupun tidak sengaja. Dan karena anda tidak memahami mekanisme kerja dari pikiran, maka anda tidak dapat secara sadar meng-Instal Program Positif dan meng-Un-Instal Program pikiran yang negatif. Anda mengira itu semua adalah bagian dari watak anda, yang inheren dengan diri anda. Dan selamanya tidak dapat di ubah.

Padahal sesungguhnya yang disebut dengan watak, itu adalah serangkaian program pikiran juga. Semua berawal dari pikiran, kemudian memunculkan kebiasaan, dan akhirnya menjadi watak (Habit).

Watak anda bisa di ubah dan di upgrade, bila anda mau meng-Upgrade-nya. Caranya…? Pelajarilah ilmunya. Klik di sini misalnya…

Neuron Mirror (Monkey see Monkey Do)
Di pertengahan era 1990-an, ada sebuah eksperimen menarik yang dilakukan oleh kwartet neuroscientist dari Universitas Parma Italia: Giacomo Rizzolatti, Vittorio Gallese, Luciano Fadiga, dan Leonardo Fogassi.

Para scientist asal Italia ini menemukan bahwa di dalam otak manusia terdapat sebuah area unik yang mereka namakan Mirror Neuron. Dinamakan seperti itu karena bagian ini memungkinkan kita untuk mereplikasi perilaku orang lain yang kita lihat, seolah-olah kita sendiri yang melakukannya.

Ditemukannya mirror neuron system atau sistem saraf cermin pada monyet jenis macaque yang dipublikasikan pada tahun 1996 oleh Giacomo Rizzolati dari Universitas Parma Italy memberikan bukti neurologis bahwa modelling itu penting. Sistem saraf cermin adalah saraf binatang dan manusia yang menyala saat melakukan suatu aksi maupun menyaksikan aksi yang sama dilakukan oleh binatang atau manusia lain.

Sistem saraf cermin (SSC) terletak pada bagian precortex otak. SSC ini membantu untuk memahami tindakan yang dilakukan oleh orang lain, sehingga memungkinkan untuk diimitasi/dimodel.

Imitasi atau meniru atau Modelling adalah suatu proses kognisi untuk melakukan tindakan maupun aksi seperti yang dilakukan oleh model dengan melibatkan indera sebagai penerima rangsang dan pemasangan kemampuan persepsi untuk mengolah informasi dari rangsang dengan kemampuan aksi untuk melakukan gerakan motorik. Proses ini melibatkan kemampuan kognisi tahap tinggi karena tidak hanya melibatkan bahasa namun juga pemahaman terhadap pemikiran orang lain

Imitasi saat ini dipelajari dari berbagai sudut pandang ilmu seperti psikologi, neurologi, kognitif, kecerdasan buatan, studi hewan (animal study), antropologi, ekonomi, sosiologi dan filsafat. Hal ini berkaitan dengan fungsi imitasi pada pembelajaran terutama pada anak, maupun kemampuan manusia untuk berinteraksi secara sosial sampai dengan penurunan budaya pada generasi selanjutnya.

Imitasi harus dibedakan dengan peniruan gerakan yang sama saja (mimikri) maupun peniruan tujuan (emulasi), namun pada proses imitasi manusia melakukan prinsip peniruan suatu aksi dengan memahami tujuan aksi dan diarahkan oleh pencapaian target tujuan (goal). Imitasi sering dikaitkan pula dengan teori belajar sosial dari Albert Bandura.

Selain itu dengan imitasi, dikatakan bahwa anak membentuk teory pemikirannya (Theory of Mind) melalui imitasi terhadap aksi orang lain maupun persepsi terhadap rangsang yang diterima dari lingkungannya.

Mirror neuron ini benar-benar berfungsi seperti cermin. Dia memantulkan/memaknai hasil pengamatan yang dilakukan seseorang. Mirror neuron ini memungkinkan manusia untuk ber-empati, ber-simpati, merasakan perasaan orang lain, memaknai ekspresi wajah, dan belajar dengan cara meniru.

Monkey see, monkey do. Monyet melihat monyet melakukan. Phrasa kalimat itu sebenarnya sedang menjelaskan mengenai cara kerja dari Neuron Mirror dalam kehidupan kita. Bagaikan berdiri di depan cermin, apapun tindakan yang kita lakukan didepan cermin selalu memantul kembali ke diri kita, begitu pula dengan manusia. Selain mendapat balasan senyuman dari orang yang tersenyum untuk kita, juga apabila kita memarahi seseorang, reaksi yang dapat ditebak adalah orang tersebut juga terbawa emosi. Keuntungannya adalah, kita bisa mengendalikan perasaan kita untuk mengendalikan perasaan orang lain.

Contoh lain adalah, ketika ada seseorang disamping kita yang sedang menguap. Entah kenapa tidak lama kemudian kita juga ikut-ikutan menguap. Demikian juga saat kita sedang mengendarai kendaraan kita di jalan raya, bila saat itu rata-rata kendaraan melaju dengan kecepatan 70 km/jam. Biasanya kita juga ikut-ikutan mempertahankan laju kendaraan dalam kecepatan 70 km/jam untuk mengimbangi ritme arus kecepatan kendaraan yang ada. Namun ketika ada sebuah kendaraan yang menyalip kita dengan kecepatan tinggi, entah kenapa tanpa alasan yang jelas. Kitapun muncul rasa dan keinginan untuk meningkatkan laju kecepatan kendaraan kita. Dan semua perilaku kita tersebut sebenarnya sedang dikendalikan oleh bagian Neuron Mirror yang sedang aktif.

Kemampuan tersebut menjadikan mirror neuron memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran. Misalnya saja saat kita menyaksikan seseorang berlatih menggiring bola di tanah lapang, saat itu pula sebenarnya mirror neuron sedang membantu kita untuk belajar menggiring bola sendiri. Di level bawah sadar, mirror neuron memungkinkan kita untuk belajar hanya dengan melihat (Learning just by watching).

Namun mirror neuron masih menyimpan satu rahasia lagi yang tidak kalah dahsyat: kemampuan untuk mengelitacit informasi tentang orang lain. Neuron ini tidak hanya membantu proses belajar kita, namun juga membantu kita menyelami kehidupan orang lain. Membaca pikiran dan juga perasaan orang lain. Kita pun menjadi lebih mudah memahami apa yang dirasakan orang lain : kebahagiaan saat mereka bahagia dan kesedihan saat mereka berduka, termasuk memahami kegelisahan dan keinginan mereka yang paling dalam (anxiety and desire). Fenomena inilah yang saya ajarkan dalam materi META DTI di kelas saya. Dengan kemampuan ini, anda akan dengan mudah membangun keakraban (Building Rapport) dengan orang lain. Dan dalam aspek yang lebih jauh, kita akan dengan mudah dapat mempengaruhi orang lain. Karena kita tahu hasrat yang terpendam di dalam hatinya.meta dti membaca pikiran orang

Dalam dunia HypnoTeaching yang berkembang di Indonesia, Neuron Mirror ini juga sudah di singgung. Namun dalam aplikasi yang terbatas. Sekedar digunakan untuk melakukan Pacing Leading terhadap siswa. Dengan cara kita memunculkan suatu State tertentu, misalnya ceria, semangat, ramah, tersenyum, dll. Dan kemudian state itu kita induksikan kepada siswa. Dengan demikian suasana kelas akan mengikuti state yang di induksikan tersebut.

Dan hanya itulah aplikasi Neuron Mirror dalam HipnoTeaching. Padahal sesungguhnya Sistem Saraf Cermin ini dapat lebih di optimalkan lagi penggunaannya. yaitu kita gunakan untuk memodel keunggulan orang lain dengan tekhnik Ngemat atau Meta DTI. Dengan Ngemat, siswa dapat memodel keunggulan seorang juara olimpiade matematika umpamanya. Atau memodel prestasi-prestasi di dalam bidang pelajaran lain.

Ngemat itu sama dengan Modelling dalam ilmu NLP, yaitu sebuah tekhnik untuk memodel keunggulan orang lain. dan dalam pelajaran energi disebut sebagai langkah attunement/vibration alignment ataupun channeling, yaitu proses penyelarasan vibrasi dan frekwensi…

Ngemat dalam bahasa agama disebut menteladani …
Allah swt berfirman :
Sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasulullah suri te ladan yang baik bagi orang yang berharap kepada Allah, hari akhir dan bagi orang yang banyak mengingat Allah.” (Al-Ahzab: 21)

Kalimat “Diri Rasulullah” dalam ayat di atas itu lebih ke arah aspek Ruhaniahnya atau akhlaknya dan bukan pada aspek zahiriahnya, jadi yang dimodel adalah keunggulannya bukan keseluruhan pribadinya…

Dalam pembelajaran ada 4 tahap dalam kita belajar sesuatu, yaitu :

  1. Unconscious Incompetence
  2. Conscious Incompetence
  3. Conscious Competence
  4. Unconscious Competence

Nah, Ngemat (Meta DTI) itu adalah sebuah langkah revolusioner dalam pembelajaran, karena dengan ngemat. Kita tidak harus melalui dari tahap 1. Tetapi langsung melompat ke tahap 4. Namun agar Keunggulan yang dimodel menjadi sempurna. Ngemat juga harus dipadukan dengan langkah-langkah pembelajaran seperti di atas. Atau bila ditinjau dari Neurological Level (NLL), kita belajar dimulai dari tangga teratas sekaligus juga mulai dari tangga terbawah. Syariat & hakikat disinergikan, sehingga tercipta proses pembelajaran yang cepat, selamat, dan akurat…..

Dengan Meta DTI, anda tidak hanya punya kemampuan Learning just by Watching, tetapi bahkan anda dapat melakukan Learning just by Thinking. Kemampuan ini akan dapat melejitkan prestasi anda dalam bidang apapun yang anda ingin tingkatkan.

Meta DTI tidak hanya untuk memodel keunggulan serta prestasi orang lain saja lho.. Dengan Meta DTI kita dapat juga mengulang kembali prestasi kita sendiri. Mengakses kembali State of Mind di saat kita pernah Jaya, unggul, sukses, dan berprestasi. Untuk kita rasakan dan hadirkan kembali di saat ini. Sehingga dapat menjadi Power yang dapat kita gunakan untuk meraih sukses yang kita inginkan sekarang.

Modelling berbeda dengan imitating mimikri..

  • Imitating mimikri itu berarti kita meniru dan menjiplak 100%. Dan kita menjadi orang lain serta kehilangan jati diri.
  • Sedangkan Modelling, kita hanya menyerap keunggulan tertentu untuk kemudian diselaraskan dengan kepribadian, karakter, dan pembawaan kita sendiri. Jati Diri kita tetaplah utuh sebagai diri kita sendiri.

Mau tahu lebih jauh mengenai Meta DTI dan aplikasinya dalam mensukseskan pembelajaran kita, ikuti Trainingnya ya..

Jadwal terdekat :

  1. Jakarta, 19 & 20 Oktober 2013 Info lengkap, klik di sini..
  2. Bali, 23 & 24 November 2013
  3. Smart Teaching Awareness (STA) Workshop awal November. Info lengkap, klik di sini..

Mengenal Ericksonian Hipnoterapi

edi sugianto dan asep khaerul ganiPERHATIKAN KALIMAT SAYA INI :

KALIMAT PERTAMA :
“Dalam training saya kemarin, hadir juga beberapa Trainer & Motivator ternama. Mereka cukup antusias mempelajari setiap materi pelajaran yang saya berikan.

Dan ada juga seorang bapak-bapak yang walau usianya sudah cukup tua. Namun semangat belajarnya tidak kalah dengan peserta lain yang masih cukup muda. Ketika kutanyakan padanya, apa yang menjadi motivasi utamanya sehingga dia ikut training. Dia menjawab, bahwa dia memerlukan beberapa softskill praktis yg langsung dapat diaplikasikan untuk meningkatkan kesuksesan perusahaannya. Mampu mempengaruhi klien-klien bisnisnya agar negosiasi bisnis yg dia lakukan selalu berhasil. Serta mampu mempengaruhi para karyawan dan staf-stafnya agar mereka menjadi pegawai yang patuh dan hormat pada atasan. Dan dia juga berharap Pabriknya yang sekarang sudah mampu mengelola aset senilai 1 Trilyun. Dapat lebih berkembang di tahun mendatang….”

KALIMAT KEDUA :

“Mas, jangan suruh saya memvisulkan impian saya. Krn hati saya telah mati. Dan saya sdh tdk punya impian apapun.” desah seorang sahabat.

Saya jawab,”Okey, sekarang siapkan diri kamu utk menghadapi kenyataan ini. Besok, kamu akan nganggur, semua anak-anakmu akan mati kelaparan. Rumah dan hartamu yg tersisa akan dirampas orang. Dan kamu di usir dari kampung karena hoby ngutang dan nyusahin tetangga.”

“Wah, saya tdk siap menghadapi kenyataan yg seperti itu mas..” jawabnya..

“Nah, itu artinya kamu masih punya impian dan harapan, bukan…?” tanya saya.

“Iya mas..” jawabnya.

“Begitulah manusia. Tak ada manusia yg mau hidup melarat dan sengsara. Maka, jika kamu tak tahu tujuan hidupmu. Itu karena kamu terlalu fokus pd apa yg kamu takuti. Padahal dibalik masalahmu, di situ Tuhan sedang menunjukkan arah hidup yg harus kau jalani. Maka mulai sekarang dan seterusnya, punyailah pandangan yg melampaui. Melampaui segala apa yg nampak di dpn mata.” jawabku.

KALIMAT KETIGA :

ART THERAPY
Dalam salah satu materi yang diberikan oleh Kang Asep Chaerul Ghani di semarang kemarin dalam kelas MASTER ERICKSONIAN HYPNOTHERAPY. Dikaji mengenai pemanfaatan seni & Metafora sebagai sebuah tekhnik Mind terapi yang efektif.

Ya, ternyata seni dapat dijadikan sebuah terapi hipnosis yang sangat efektif untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Apalagi bila seni tersebut digelar oleh para pakar Ericksonian Hypnosis. Maka seni yg diadakan bukan sekedar tontonan hiburan semata. Namun sudah dikemas sedemikian rupa sesuai dengan prinsip-prinsip hypnotherapy sehingga mempunyai dampak terapeutic bagi para penontonnya…..

Sebagaimana pertunjukan Orkes dangdud yg mampu menghipnotis penontonnya…..

Atau acara OVJ di televisi, yang mampu membuat semua orang tertawa terpingkal-pingkal….

hmm…
Sekarang ini SAYA kok merasa mirip JACKY CHAN ya… apapun bisa saya jadiin media untuk HYPNOTHERAPIST yang AMPUH……… he..he..he…

Sebenarnya acara semacam OVJ itu juga bisa kok di jadiin media terapi, tetapi nampaknya mereka lebih mementingkan sisi komersialnya dan lebih memilih menggunakan tekhnik Hypnomarketingnya untuk memasarkan product sponsor.

Demikian juga dengan event-event Orkes Dangdud, selama ini lebih banyak digunakan untuk Kampanye Politik.

Ya, menggunakan media seni untuk Hypnosis sebenarnya sudah menjadi menu keseharian kita. Hanya saja selama ini, hal itu lebih diperuntukkan bagi keuntungan fihak sponsor saja…… Padahal bila seni digunakan sebagai media terapi, akan memberikan pelayanan kesehatan yg murah dan berdampak luas. Terapi seni atau yang dikenal dengan art therapy, bisa membantu masyarakat luas untuk mengatasi trauma serta masalah tekanan mental lainnya. Seni merupakan hal yang menyenangkan dan menenangkan dan merupakan pereda stres yang hebat.

NAH, PESAN ATAU SUGESTI TERSEMBUNYI APA YG DISAMPAIKAN OLEH KALIMAT DI ATAS….??? APAKAH ANDA BISA MERASAKAN ADANYA STRUKTUR HYPNOSIS DI DALAM KALIMAT DI ATAS..??

Hypnosis adalah suatu fenomena yang sering sekali memunculkan reaksi beragam dari masyarakat, sebagian beranggapan positif, sebagian beranggapan negatif. Anda mungkin beranggapan hypnosis adalah suatu fenomena yang dapat membuat orang normal “berkokok seperti ayam“. Mungkin pula anda beranggapan hypnosis adalah suatu hal yang sangat berbahaya dan harus dijauhi.

Hypnotic trance sebenarnya telah ada sejak berabad-abad yang lalu, namun karena sering kali dihubungkan dengan aktifitas magis dan belum memiliki penjelasan ilmiah sehingga banyak individu yang memberikan stigma negatif pada metodologi yang sangat berguna ini. Ketika ada individu yang mengatakan,“Semua komunikasi adalah hypnosis”. Dan individu yang lain mengatakan,”Saya tidak percaya, tidak ada yang disebut sebagai hypnosis“. Sebenarnya keduanya mengatakan hal yang serupa, hal yang sama benarnya.

Jika saya menceritakan kepada anda mengenai pengalaman saya berjalan-jalan di perkebunan teh, di pagi hari yang sangat sejuk. Mentari pagi bersinar dengan lembut menyapa kami. Dan udara segar pegunungan….  yang terhirup masuk melalui hidung hingga ke paru-paru….  membawa serta kesegaran yang merayap dan menjalar ke seluruh tubuh. Menyegarkan fikiran dan juga perasaan saya. Angin yang semilir lembut menyentuh kulit terasa sejuk dan menyegarkan badan, sementara…..  sejauh mata memandang….. terhampar perkebunan teh yang hijau dan beberapa pekerja yang sedang sibuk memetik daun teh dengan sesekali diiringi dengan canda dan tawa.

Ketika membaca cerita saya di atas, apa yang terasa dan terbayangkan di dalam pikiran anda. Dan jika anda, akhirnya  memutuskan untuk segera pergi ke perkebunan teh, maka dapat dikatakan bahwa saya telah menciptakan suatu komunikasi yang efektif yang dapat mempengaruhi kesadaran anda.

Hal serupa juga dilakukan oleh banyak individu, dari salesman hingga pemuka agama. Semua orang yang mempunyai kemampuan komunikasi yang efektif, sadar atau tidak. Di dalam struktur kalimatnya, pasti terkandung Hipnotic Power. Dan itulah cara kerja Ericksonian Hipnosis, yang bekerja di luar jangkauan radar deteksi kesadaran anda. Dengan sedemikian mudah, pesan-pesan yang kita sampaikan masuk ke dalam pikiran orang lain dan mempengaruhi kesadarannya.

Dan itulah juga suatu Komunikasi yang efektif, yang dapat menyampaikan pesan secara langsung ke dalam pikiran orang lain tanpa terfilter oleh filter mental dari orang lain tersebut.

Jadi, Jika anda beranggapan bahwa hypnosis adalah suatu cara untuk mempengaruhi kesadaran individu maka semua komunikasi adalah hypnosis.

Banyak praktisi yang memberikan gambaran mengenai hypnosis sebagai suatu hal ketika anda harus duduk dan melakukannya sendiri atau bersama orang lain untuk jangka waktu tertentu, umumnya untuk memecahkan masalah. Lalu setelahnya anda terbangun dan melakukan sesuatu. Jika anda masih membayangkan hypnosis seperti itu maka anda sangat membatasi manfaat dan kegunaan dari metodologi ini.

Anda dapat menggunakan hypnosis untuk berbagai kebutuhan, personal maupun profesional. Berbagai manfaat yang anda dapatkan mulai dari memecahkan permasalahan hingga menghancurkan batasan dalam pembelajaran. Sebagai tambahan, anda juga dapat memanfaatkan hypnosis untuk meningkatkan kemampuan anda dalam banyak hal, semakin baik dalam bekerja dan belajar.

Banyak tokoh yang telah memberikan kontribusi pada dunia hypnosis. Salah seorang tokoh yang terpenting dalam dunia hypnosis dan hypnotherapy adalah Milton H. Erickson, MD. Pengalamannya dengan hypnotherapy selama puluhan tahun telah memungkinkannya meciptakan berbagai metode yang mampu meningkatkan efektifitas sesi terapi.

Milton Erickson selalu menyadari tujuan dari hal yang ia lakukan. Bahkan pada kenyataannya, orientasi tujuannya merupakan salah satu karakteristik terpenting dari hidup dan kerjanya. Erickson dengan metode hypnotherapy-nya dapat disejajarkan dengan Freud pada psychoanalysis-nya.

Erickson telah mempublikasikan sedikitnya 150 artikel dalam kurun waktu 50 tahun, dan dua buku terpentingnya “Time Distortion in Hypnosis” yang ditulis tahun 1954 bersama L.S Cooper dan “The Practical Applications of Medical and Dental Hypnosis” yang ditulis tahun 1961 bersama S. Hershman, MD dan I. I. Sector, DDS. Melalui karya-karyanya dan rekaman videonya ia berusaha mewariskan pemahamannya pada generasi selanjutnya.

Salah satu gaya bahasa hypnosis yang sering digunakan oleh Erickson adalah “negative commands“. Jika saya berkata kepada anda, “jangan membayangkan gajah” maka anda harus terlebih dahulu membayangkan gajah untuk memahami maksud saya. Dan jika seorang hypnotist mengatakan kepada anda,”Saya tidak ingin anda relaks terlalu cepat” si pendengar dapat segera merasa relaks untuk memahami maksud si hypnotist. Memulai suatu pernyataan dengan negasi adalah satu cara untuk mengeliminir resistensi pendengar.

Pada banyak karyanya, Erickson telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, menerangkan mengenai karakteristik hypnosis dan hypnotherapy, induksi hypnotherapy, berbagai metode untuk menginduksi therapeutic change dan memvalidasi perubahan. Pada berbagai karyanya ia juga menerangkan berbagai hal berkenaan dengan filisofinya dalam menjalani hidup dan memberikan terapi. Banyak terapis, psikoanalisa dan lainnya, menemukan bahwa pendekatan Erickson kompatibel dengan berbagai pendekatan dan jauh dari miskonsepsi tentang hypnosis. Ia selalu menekankan bahwa hypnosis tidak mengubah individu ataupun membangkitkan kembali kehidupan sebelumnya. Melainkan memungkinkan individu untuk lebih mempelajari dan mengekpresikan dirinya. 

Therapeutic trance memungkinkan individu untuk mengenyampingkan batasan pembelajarannya sehingga dapat lebih mengeksplorasi dan menggunakan berbagai potensinya. Banyak terapis yang menggunakan metode Erickson merasakan hasil kerja yang luar biasa dengan kliennya. Mereka menyadari berbagai keterbatasan yang dimiliki Erickson, yang membuatnya selalu terpisah dari individu lain, membuatnya mampu menciptakan metode respon yang unik.

Erickson terlahir dengan buta warna, kesulitan membedakan nada, dyslexia, dan hambatan dengan rima. Dia menderita dua kali serangan poliomyelitis, berada di kursi roda selama sekian tahun sebagai efek dari kerusakan syaraf, yang diakibatkan oleh arthritis dan myositis. Kebanyakan individu mengalami kesulitan dalam mempelajari metode Erickson sehingga membutuhkan “jembatan” seperti yang dilakukan oleh Dr. Ernest Rossy atau Richard Bandler bersama John Grinder.

Erickson sangat menekankan pada pentingnya membuat disain metode kerja ketika berhadapan dengan masalah yang kompleks. Dengan demikian anda selalu memiliki jawaban dari permasalahan tersebut. Berbagai metode yang digunakan oleh Erickson seperti double binds, indirect posthypnotic suggestions, pertanyaan yang mengarah pada perubahan, compound suggestions dan masih banyak lagi.

Erickson juga seringkali mengemukakan tentang pendekatan utilisasi. Menerima dan menggunakan sikap, realita internal, dan resistensi, response negatif dan simptom yang diberikan oleh klien. Itulah sebabnya Erickson, sejauh yang saya tahu, tidak pernah memiliki klien yang resisten.

Erikson juga menggunakan humor, permainan kata-kata, metafora dan simbol ketika bekerja dengan klien. Pada umumnya Erickson akan bekerja dengan klien pada light trance, atau yang dia sebut sebagai common trance bahkan pada beberapa issue tanpa trance sama sekali. Erikson tidak menekankan pada kedalaman trance, walaupun pada beberapa kasus ia menggunakan trance yang cukup dalam, seperti fenomena dissociation, time distortion, amnesia, dan age-regression. Hal ini disebabkan karena orientasinya yang lebih pada hasil dibandingkan hanya pada sebatas fenomena hypnosis untuk membuat kagum klien atau individu lain. Erikson menekankan pada nilai pentingnya bekerja dengan klien pada kondisi yang ia sebut unconscious. Dia sangat menghormati kebijaksanaan unconscious. Bahkan sering kali ia membatasi interferensi dari pikiran sadar klien untuk jangka waktu yang relatif lama.

Ia sering kali tidak terlalu membedakan antara induksi trance dan therapeutic technique. Menurutnya adalah suatu kesia-siaan dan menghabiskan waktu bagi terapis untuk menggunakan induksi yang berulang-ulang dibandingkan langsung memberikan pengalaman belajar pada klien untuk berubah. Dalam setiap sesi, Erickson lebih mengedepankan pada arti pentingnya fungsi therapeutic dibandingkan sebatas menginduksi trance.

Menurutnya direct suggestion memiliki banyak keterbatasan, walaupun ia juga tahu bahwa teknik hypnosis, menggunakan direct suggestion dapat meningkatkan efektifitas modifikasi tingkah laku seperti desensitization dan cognitive retraining. Dia berkeyakinan bahwa direct suggestion tidak akan memunculkan reassociation, reorganisasi ide, pemahaman dan memory yang penting untuk menyelesaikan apa yang dihadapi klien. Hasil yang efektif dari hypnotic psychotherapy diambil dari aktifitas pasien. Peran terapis hanya menstimulir klien pada suatu aktifitas walau sering kali klien tidak memahami apa arti aktifitas yang mereka lakukan. Ia lebih banyak membimbing klien dan memberikan latihan dalam penilaian klinis untuk menentukan kuantitas kerja yang dibutuhkan guna mencapai hasil yang diinginkan. Erikson lebih sedikit membutuhkan dan menghasilkan doktrin dibandingkan terapis kebanyakan. Sangat jelas bahwa penilaian klinis dihasilkan dari proses pembelajaran intensif mengenai dinamika, pathology dan kesehatan dan dari pengalaman bekerja bersama klien.

Penilaian klinisnya juga dipengaruhi oleh filosofi personalnya dalam hidup. Filosofi Erickson termanifestasikan dengan penekanannya pada konsep seperti pertumbuhan dan kesukacitaan. Sebagai tambahan hidup tidak harus selalu dapat memberi jawaban pada anda hari ini. Anda harus menyukai proses menunggu, proses pertumbuhan dan perkembangan diri anda. Tidak ada hal yang lebih menyenangkan dibandingkan menanam bunga dan tidak tahu seperti apa bungan itu ketika telah mekar.

Karya Erickson telah memberikan banyak pengaruh bagi bidang hypnotherapy ataupun terapi lainnya. Ketika anda mempelajari berbagai jenis terapi lain seperti family therapy (Virginia Satir) atau gestalt therapy (Fritz Perls), anda dapat pula merasakan pengaruh karya Erickson.

SAYA EDI SUGIANTO, CH CHt CI MNLP mengucapkan SALAM SUKSES…

Mengenal Alam Bawah Sadar

Pola pikir kesadaran manusia dapat dibedakan sebagai pikiran sadar (conscious mind) dan pikiran bawah sadar (subconscious mind). Hal ini bukan berarti bahwa kita mempunyai dua macam pikiran. Pada dasarnya, pikiran kita tetaplah satu, tetapi mempunyai dua fungsi berbeda yang saling berhubungan dan bekerja sama.

Pikiran sadar kita merupakan pikiran yang menggunakan akal sehat dan logika. Melalui pikiran ini, kita berpikir secara sadar dan secara logis untuk menetapkan sesuatu atau memutuskan pilihan tertentu, misalnya saat memilih pakaian yang kita senangi, buku yang kita baca, dan tempat tinggal yang diami. Kita menggunakan pikiran sadar untuk memutuskan pilihan-pilihan tersebut.

Sebaliknya, pikiran bawah sadar merupakan pikiran yang menerima informasi yang telah dianalisis dan diterima oleh pikiran sadar secara serta-merta. Pikiran bawah sadar tidak memikirkan alasan-alasan apa yang mendasari informasi tersebut, tidak menganalisis, dan hanya menerima informasi itu secara otomatis. Bagian ini berfungsi menyimpan memori jangka panjang, emosi, kebiasaan, intuisi, kreativitas, dan kepribadian.

Pikiran sadar berperan dalam menerima informasi yang masuk melalui pancaindra, kemudian menganalisis serta memutuskan respons apa yang dilakukan. Dari pikiran sadar, informasi ini dicerna untuk kemudian dianalisis, apakah informasi tersebut benar atau tidak. Jika informasi tersebut dianggap benar, informasi itu akan diteruskan ke pikiran bawah sadar, lalu di simpan di sana. Sebaliknya, jika informasi tersebut dianggap salah, informasi tersebut tidak akan diteruskan kepikiran bawah sadar.

Bagian yang terletak pada pikiran sadar untuk menyeleksi apakah informasi tersebut dianggap benar atau tidak disebut dengan critical area (area kritis). Critical area ini disebut pula sebagai reticular activating system (RAS). Bagian ini berfungsi sebagai perbatasan dari pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, tempat suatu informasi akan diproses berdasarkan analisis, pertimbangan logika, etika, dan sebagainya. Keaktifan critical area ini berbeda-beda untuk setiap situasi dan kondisi, tergantung dari fokus, minat, dan emosi.

Jadi, sebenarnya, pikiran bawah sadar manusia memegang peranan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan pikiran sadar. Pikiran sadar hanya berpengaruh berpengaruh sekitar kurang lebih 12%, sementara pengaruh bawah sadar memegang kendali hidup sekitar 88%. Para ahli psikologi menggambarkan kondisi keduanya sebagai fenomena “gunung es”, apa yang tampak di atas permukaan hanya sebagian kecil dari apa yang ada di dalam permukaan gunung es itu sendiri.

Pikiran bawah sadar mempunyai yang lebih besar dalam proses kegiatan hidup manusia. Saat manusia melakukan sesuatu hal, sering kali hal tersebut masih tidak selaras dengan memori atau informasi yang tertanam dalam pikiran bawah sadarnya.

Sebagai contoh, seorang berencana berolahraga pada pagi hari. Namun, saat terbangun dan merasakan dirinya masih mengantuk, ia membantalkan rencananya untuk berolahraga. Hal ini terus berulang sehingga ia gagal berolahraga. Contoh lain adalah saat seseorang memutuskan untuk berhenti merokok. Sering kali, keinginan orang tersebut gagal karena merasa sudah kecanduan dan merasa berat untuk meninggalkan “kesenangannya”. Padahal, ia menyadari akan bahaya merokok terhadap dirinya sendiri.

Pernahkah Anda mengalami peristiwa yang serupa? Pada kedua contoh tersebut, semua terjadi jika informasi yang disampaikan ke pikiran bawah sadar tidak selaras dengan keinginan di pikiran sadar seseorang.

Pada contoh pertama, informasi yang diberikan ke pikiran bawah sadar orang tersebut adalah “pentingnya atau nikmatinya tidur di pagi hari”, bukan “pentingnya olahraga”. Oleh karena itu, meskipun pikiran sadarnya sudah memahami bahwa “berolahraga itu penting”, pikiran bawah sadarnya masih belum menerima informasi tersebut.

Pada contoh kedua, informasi bahwa “merokok itu nikmat” yang terdapat dalam pikiran bawah sadarnya belum digantikan oleh informasi bawah “merokok itu berbahaya”. Karena itulah terjadi kegagalan tersebut. Meskipun pikiran sadarnya jelas-jelas telah mengetahui bahwa merokok itu berbahaya bagi kesehatannya, pikiran bawah sadarnya belum “diprogram ulang”. Jadi, orang tersebut tetap merasakan sebuah “kebutuhan” untuk merokok.

Oleh karena itu, kita perlu berkomunikasi untuk menyampaikan sesuatu informasi yang berguna pada pikiran bawah sadar kita. Salah satu cara berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar dapat dilakukan dengan hipnosis. Dalam beberapa kasus sederhana, praktik hipnosis dapat dilakukan sendiri (self hypnosis).

Struktur Proses Hypnosis

struktur hipnosis 1Pre Induction
Struktur hipnosis yang paling mendasar dikenal dengan istilah “Pre Induction”. Pre Induction merupakan suatu proses mempersiapkan suatu situasi dan kondisi yang bersifat kondusif antara penghipnosis (hypnotist) dengan orang yang akan dihipnosis (subjek).

Semua teknik hipnosis berawal dari Pre Induction terlebih dahulu, yang biasanya dimulai dengan percakapan ringan. Dalam tahan ini, seorang ahli hipnosis berusaha mengenal subjek dan memperkenalkan dirinya kepada subjek sehingga tercipta kedekatan “secara mental”.

Apakah Hipnosis dapat dilakukan hanya dengan menyentuh pundak atau anggota tubuh seseorang? Atau, bisakah hipnosis terjadi hanya dengan tatapan mata saja?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus tetap ingat bahwa hipnosis dimulai dari “Pre Induction” terlebih dahulu. Artinya, harus ada teknik-teknik khusus yang relatif singkat, yang memungkinkan penghipnosis mendekatkan diri guna menciptakan kedekatan secara mental kepada subjeknya.

Salah satu teknik cepat yang sering digunakan oleh para ahli hipnosis adalah bertanya kepada subjek, misalnya “Maaf, pukul berapa, ya?” Jika menjawab dengan antusias, sebenarnya hal ini telah menciptakan hubungan “kedekatan mental” antara penghipnosis dengan subjeknya. Setelah itu, penghipnosis dapat meneruskan proses hipnosisnya dengan teknik lain, entah dengan menyentuh anggota tubuh atau-pun dengan menatap subjek.

Ingat, proses Pre Induction merupakan proses paling awal dan sangat menentukan kesuksesan dari proses hipnosis selanjutnya.

Dalam dunia hipnosis konvensional, salah satu praktik yang biasa dilakukan pada saat Pre Induction adalah “SUGGESTIVITY TEST”. Tes ini merupakan “standar” yang harus dilakukan oleh setiap penghipnosis pada saat melakukan hipnosis kepada orang yang “belum pernah” merasakan direct hypnosis atau hipnosis langsung.

Induction
Induction merupakan teknik untuk membawa subjek berada dalam kondisi hipnosis. Jenis teknik ini sangat beragam dan dilakukan dengan tipe sugestivitas yang berbeda-beda dan nantinya dapat dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan.

Perhatikan jenis subjek dan berikan teknik yang tepat. Untuk subjek yang berkategori mudah disugesti atau moderat, teknik yang dapat diberikan adalah teknik induksi Progressive Relaxation (Relaksasi Progresif). Untuk subjek yang berkategori sulit menerima sugesti, Anda dapat memberikan teknik induksi “Tujuh Plus atau Minus Dua”.

Dalam kegiatan hipnosis panggung atau tindakan hipnosis lainnya, teknik yang bisa digunakan adalah Induksi Cepat (Speed Induction). Namun, teknik ini hanya efektif digunakan untuk subjek yang berkategori mudah menerima sugesti.

Induksi ini dilakukan dengan memberikan suatu ketujan kepada subjek sehingga critical area-nya terbuka secara tiba-tiba dan terjadi masa tenggang (blank). Pada masa tenggang tersebut, kita berikan perintah sederhana kepada subjek untuk segera “tidur”.

Salah satu bentuk kejutan yang dapat Anda lakukan adalah memegang sebelah tangan subjek yang sedang duduk di depan Anda, menaik turunkan tangannya ke atas dan ke bawah, serta memintanya untuk relaks sambil menarik dan mengembuskan dan mengembuskan secara perlahan-lahan.

Saat subjek terlihat relaks, berikan hentakan dengan menarik tangannya secara cepat kearah Anda sambil mengatakan dengan tegas, “Tidur!”. Setelah subjek tertidur dengan segera berikan instruksi lebih lanjut untuk memperdalam kondisi tidurnya.

Deepening
Deepening merupakan suatu teknik yang bertujuan membawa subjek memasuki kondisi hipnosis yang lebih dalam lagi dengan memberikan suatu sen-tuhan imajinasi.

Beberapa sentuhan imajinasi yang bisa digunakan adalah berada dalam sebuah lift yang turun ke bawah (digunakan jika subjek tidak fobia terhadap lift), alam atau tempat yang menyenangkan (comfort place), atau hitungan mundur.

Depth Level Test
Untuk memastikan kedalaman hasil kegiatan Deepening yang dilakukan Tes Uji Kedalaman (Depth Level Test). Tes ini dilakukan dengan menanyakan apakah saran atau perintah yang Anda lakukan benar-benar telah dapat dilaksanakan dan dirasakan oleh subjek. Berikan pertanyaan tertutup yang membutuhkan jawaban “Ya/Tidak” yang dijawab subjek dengan menggerakan anggota tubuh tertentu, biasanya salah satu jari tangan.

Jika subjek telah merasakan benar-benar berada dalam kondisi kedalaman yang dikendaki, lakukan langkah selanjutnya, yaitu pemberian sugesti yang menjadi tujuan hipnosis (Suggestion). Jika subjek belum berada dalam kondisi kedalaman yang dikehendaki, berikan Deepening kembali sebaliknya, gunakan teknik yang berbeda.

Ingat, jika belum memasuki level kedalaman yang dikehendaki, Deepening dapat dilakukan berulang-ulang sampai mencapai tingkatan kedalaman yang dikehendaki (Depth Level).

Suggestion
Hal yang dilakukan pada langkah ini adalah memberikan sugesti (perintah atau saran) kepada subjek setelah dicapai kedalaman hipnosis yang dicapai. Dalam tahan ini, sugesti tersebutlah yang menjadi tujuan kegiatan hipnosis dilakukan.

Berikut ini prinsip-prinsip pembentukan kalimat dalam sugesti.

  1. Gunakan kata-kata positif. Hindari penggunaan kata-kata “tidak”, “jangan”, dan sebagainya, kecuali tidak ada lagi padanan kata yang tepat.
  2. Berikan pengulangan kalimat seperlunya saja.
  3. Gunakan kalimat yang menunjukkan waktu sekarang (Present Tense) dan hindari kata “akan”.
  4. Tambahkan sentuhan emosional dan imajinasi.
  5. Bentuk kalimat sugesti secara progresif (bertahap-jika dibutuhkan : MULAI, SEMAKIN, SANGAT).
  6. Berikan kalimat yang bernuansa pribadi sehingga pikiran bawah sadar subjek dapat menerima sugesti itu seutuhnya.
  7. Gunakan kata-kata yang sesuai dengan pemahaman subjek.

Termination
Termination merupakan tahap pengakhiran untuk mengembalikan subjek pada keadaan semula. Sebuah terminasi dilakukan dengan memberikan kalimat lanjutan setelah kalimat-kalimat sugesti.

Post Hypnotic
Post Hypnotic merupakan kondisi subjek setelah Termination. Pada umumnya, pasien yang baru saja mengalami “Termination” memiliki tingkat sugestivitas yang masih cukup tinggi. Pada kondisi itu, subjek masih belum benar-benar berada dalam keadaan normal.

Karena itu, dalam hipnosis panggung, pada tahap Post Hypnotic inilah penghipnosis melakukan “Rapid Induction”, yaitu menghipnosis dengan cepat, tanpa mengulang struktur hipnosis mulai dari Pre Induction. Proses hipnosis ulang (Rehypnotization) terhadap subjek yang telah berhasil dihipnosis sebelunya dapat dilakukan dengan berbagai macam induksi.